Rezka Ayumi Shara , S.Psi., Psikologi : Perlu Seimbang Antara Otak ( Logika ) Dan Hati ( Perasaan ) Dalam Mengambil Keputusan

Pekanbaru 30/04/26. Rezka Ayumi Shara , S.Psi., Psikologi alumni Fakultas Psikologi UIN Sultan Syarif Kasim  Riau menjadi narasumber pada Talkshow Obrolan Psikologi ( Obsi) di RRI Pro 2 pekanbaru pada hari Selasa, 28 April 2026 dengan Tema ,” Isi Kepala Vs Isi Hati; Kenapa Gak Singkron? Dan dipandu oleh Nadya dari RRI pro 2 pekanbaru

Dalam diskusi ini Ayumi menjelaskan bahwa tubuh manusia ini dikendalikan oleh otak dan bagian-bagian otak ini mempunyai tugas masing-masing,

“ termasuk bagian otak yang mengelola emosi tadi yang berhubungan dengan hati, ada juga yang berhubungan dengan realitas, antara otak ini juga memang ada konfliknya “jelas Ayumi Founder LUMINARA ini

Menurutnya perbedaan isi kepala dengan isi otak menandakan bahwa manusia mempunyai kecenderungan sikap yang berubah dan berlawanan merupakan hal yang manusiawi ,

isi kepala atau otak biasanya memandang persoalan sesuai dengan realitas sedangkan isi hati menyukai kenyamanan sesuai dengan pengalaman kita sebelumnya”

Dari ketidakcocokan isi otak (logika) dan hati (perasaan)itu menurutnya perlu diambil jalan tengahnya dengan tidak mengorbankan salah satunya tetapi menyeimbangkan keduanya. Karena kalau meninggalkan salah satunya akan berakhir dengan berpikir yang sangat realistis tidak memikirkan orang lain dan sebaliknya akan berpikir terlalu berperasaan atau egois.

“ misalnya kita bekerja dalam suatu Perusahaan yang menurut hati ( perasaan ) tidak menyenangkan akan tetapi karena ingin mendapatkan materi maka kita harus bekerja walaupun tidak nyaman (logika) itulah konfliknya kadang – kadang membuat kita bingung”

Lebih lanjut Ayumi mengatakan bahwa menurut beberapa penelitian antara laki-laki dan perempuan cenderung berbeda, kalau laki-laki kebanyakan menggunakan isi kepala ( logika) daripada isi hati ( perasaan) sedangkan  perempuan lebih cenderung kepada isi hati atau perasaan daripada logika.

Beberapa  factor yang bisa mempengaruhi logika dan perasaan seperti gender, budaya dan pengalaman,

pengalaman ini sangat besar dalam mempengaruhi cara berpikir seseorang karena dengan pengalaman ini kita dapat membedakan sesuatu itu dengan jelas artinya kalau kita mengambil keputusan tentang sesuatu maka kita harus mensinkronkan antara isi hati dan logika berdasarkan pengalaman

Isi kepala ( logika) sangat  dipengaruhi oleh pengetahuan yaitu, tentang data, informasi, pengalaman  yang dimiliki, serta kemampuan otak dalam memprosesnya. Sehingga jika pengetahuan yang dimiliki benar dan lengkap, logika akan menghasilkan kesimpulan yang tepat.

“ isi kepala ( logika) dan isi hati ini dapat pula membentuk karakter dan sikap artinya sejauh mana sesorang menggunakan logika dan perasaannya dalam beriinteraksi dengan orang lain akan kelihatan apakah dia seorang yang egois, idealis, sombong sampai kepada kesepian”pungkasnya

Logika ( kepala) dan hati (perasaan) adalah salah  satu kunci utama pengambilan keputusan yang bijak dan seimbang, di mana logika berfungsi melihat realitas, sementara perasaan memberikan sentuhan kemanusiaan. Keduanya tidak seharusnya bertentangan (mutually exclusive) tetapi dipadukan agar tidak terjebak dalam kebodohan emosional atau kekakuan logika semata. Keseimbangan keduanya akan membuat sesorang menjadi bijak tanpa mengabaikan suara hati.

wassalam

dapat dilihat di Cahannel Youtube : RRI Pro 2 Pekanbaru

 

 

Leave a Reply