Fakultas Psikologi menyampaikan ucapan selamat menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H kepada seluruh civitas akademika dan masyarakat Muslim. Ucapan tersebut disampaikan langsung oleh Dekan Fakultas Psikologi, Dr. Lisya Chairani, S.Psi., Psikolog, sebagai bentuk doa dan harapan agar Ramadhan menjadi momen penuh keberkahan.
Dalam pesannya, Dr. Lisya Chairani mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa serta memohon maaf lahir dan batin kepada seluruh pihak.
“Selamat menyambut bulan suci Ramadhan. Semoga Ramadhan ini membawa keberkahan, ketenangan, dan kebaikan untuk kita semua. Saya juga memohon maaf lahir dan batin,” ujar beliau.
Lebih lanjut, Dr. Lisya yang juga alumni Psikologi Klinis UGM Yogyakarta ini, menegaskan bahwa Ramadhan bukan hanya momentum ibadah secara ritual, tetapi juga menjadi sarana penting untuk mengelola batin dan memperkuat sisi psikologis manusia. Menurutnya, bulan Ramadhan dapat menjadi instrumen untuk melatih kesabaran, mengendalikan emosi, menata ulang pola pikir, serta memperbaiki kualitas hubungan dengan diri sendiri maupun orang lain.
Ramadhan, kata beliau, juga merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan kesadaran diri (self-awareness), memperkuat kontrol diri (self-control), serta memperdalam refleksi spiritual yang berdampak positif bagi kesehatan mental. Menurut Dr. Lisya, puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga latihan psikologis yang sangat kuat untuk menata ulang batin manusia.
“Ramadhan adalah ruang latihan batin. Kita belajar mengelola keinginan, menahan reaksi emosional, dan menguatkan kesadaran diri,” ungkapnya.
Beliau menambahkan bahwa proses menahan diri selama Ramadhan dapat menjadi pintu untuk memahami diri lebih dalam—mulai dari pola emosi, kebiasaan, hingga cara kita merespons tekanan.
“Sering kali yang paling berat bukan menahan lapar, tapi menahan amarah, menahan ego, dan menahan kata-kata yang bisa melukai,” tegas Dr. Lisya.
Dalam perspektif psikologi, Ramadhan juga membantu seseorang membangun ketenangan batin melalui rutinitas yang lebih teratur, peningkatan spiritualitas, serta hubungan sosial yang lebih hangat.
“Ketika spiritualitas meningkat, biasanya batin menjadi lebih tenang. Dan ketika batin tenang, kita lebih mudah berpikir jernih serta mengambil keputusan yang lebih bijak,” tambahnya.
Di akhir pesannya, Dr. Lisya Chairani berharap seluruh umat Muslim dapat menjalankan Ramadhan dengan penuh keikhlasan serta menjadikannya sebagai ruang pembelajaran untuk membentuk pribadi yang lebih baik.

