Pekanbaru, 23/01/26. Fakultas Psikologi melaksanakan sidang ujian Munaqasyah pada hari, Rabu 03 Desember 2026 sidang ini dilakukan di Gedung Fakultas PsikologiUIN Sultan Syarif Kasim Riau dengan peserta atas nama Stefani Aprilia. NIM : 12060126388
Sidang ujian Munaqasyah ini dihadiri oleh Tim Penguji yaitu, Ketua Sidang Dr. Yulita Kurniawaty Asra, M.Psi., Psikolog , Sekretaris/Pembimbing: Indah Puji Ratnani, S.Psi., M.A , Penguji I Fara Ulfa, M.Psi, Psikolog, dan Penguji II Yuli Widiningsih, M.Psi, Psikolog.
Dalam Skripsinya yang berjudul” Hubungan Self Esteem Dengan Strategi Coping Pada Remaja Yang Melakukan Self Harm Di Pekanbaru ” Stefani memaparkan latarbelakang penelitiannya menyebutkan bahwa fenomena remaja akhir-akhir ini banyak yang berperilaku melukai diri sendiri yang dikenal sebagai self-harm atau NSSI ( Nonsuisidal Self Injury) merupakan Tindakan yang diambil untuk mengatasi stres emosional yang dialami individu dengan cara menyakiti diri sendiri yang dilakukan tanpa niat untuk bunuh diri.
Perkembangan menunjukkan adanya mekanisme pertahanan diri yang muncul dari strategi coping maladaptif seringkali mendorong remaja pada tindakan yang merugikan atau bahkan memperburuk kondisi dan menimbulkan masalah baru. Kemampuan coping yang buruk dapat menghambat individu dalam menghadapi stres secara adaptif dan mengurangi kemampuan pemecahan masalah. Dengan demikian, hal ini dapat meningkatkan kemungkinan seseorang untuk melakukan perilaku maladaptif, salah satunya seperti self harm.
Dia menjelaskan bahwa perilaku self harm telah muncul sebagai masalah kesehatan yang sering mempengaruhi remaja di mana terdapat sekitar 23,4 juta remaja di Indonesia yang melakukan tindakan self harm dan meningkat dari tahun sebelumnya.
Tujuan dari penelitiannya adalah untuk memahami korelasi antara self esteem dengan strategi coping pada remaja yang melakukan self harm di Pekanbaru
Sedangkan kerangka berpikir dalam penelitiannya ini adalah remaja yang menerapkan strategi coping efektif dapat membantu mereka dalam meningkatkan kualitas hidup, dengan kemampuan untuk dapat tetap bangkit dalam menghadapi krisis hidup dan mengendalikan stres yang muncul dari masa krisis tersebut sehingga berkaitan dengan kondisi kesehatan mental yang lebih baik.
Dari analisis penelitian oleh Stefani Aprilia ini diperoleh Kesimpulan bahwa mayoritas remaja pada sampel penelitian ini terindikasi mengalami self harm ringan yaitu sebanyak 100 orang dan 64 lainnya berada pada kategori berat.
Diketahui juga bahwa tingkat self esteem pada remaja dalam penelitian ini mayoritas dalam kategori sedang. Hal tersebut mencerminkan bahwa sebagian remaja di Pekanbaru dalam penelitian ini memiliki tingkat self esteem yang masih kurang baik sehingga masih berkaitan dengan strategi coping maladaptif salah satunya yaitu perilaku yaitu self harm.
Namun kekuatan hubungan antara self esteem dengan emotion focused coping berada dalam kategori lemah yang artinya masih banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi emotion focused coping pada remaja yang melakukan self harm di Pekanbaru.
Indah Puji Ratnani, MA sebagai Pembimbing Ketika dihubungi mengatakan bahwa penelitian oleh Stefani Aprilia ini merupakan penelitian yang bagus dan berkualitas sudah layak dipublikasikan di Jurnal Psikologi karena sudah menunujukkan kedalaman analisis, keakuratan data, relevansi dengan perkembangan psikologis masyarakat dan dapat berkontribusi nyata di lingkungan sosial.
Wassalam




