Pekanbaru, 20/01/26. Khairul Anwar, S.Psi., CHt., CT Alumni Fakultas Psikologi UIN Sultan Syarif Kasim Riau menjadi narasumber acara Talkshow di RRI Pro 2 Pekanbaru pada hari Selasa, 20 Januari 2026, Talkshow ini dipandu oleh penyiar RRI Ditto. S dengan Tema, “ Luka Batin, Dipeluk Atau Dilepaskan?
Luka batin adalah sesuatu kejadian atau pengalaman yang berisi muatan negative, pengalaman pahit dimasa lampau yang sangat kuat sehingga menimbulkan trauma ,
“ luka batin itu adalah luka emosional yang dimaknai dengan emosi yang negative dan dapat mempengaruhi psikis dan tingkah laku ” jelas Khairul Direktur PT Minda Brilan Suskses ini
Menurutnya luka batin ini terjadi akumulasi dalam waktu yang lama dan terus menerus dan berulang-ulang,
“ sebenarnya semua orang bisa saja mengalami luka batin hanya saja berbeda-beda cara menyikapinya dan responnya ada yang cepat berlalu dan ada yang lama bertahan dalam jiwanya ” kata Khairul
Dampak luka batin antara lain berpengaruh pada kesehatan mental seperti cemas, khawatir berlebihan, ketakutan, kecurigaan sampai pada perubahan perilaku.
Menurutnya sesorang yang mengidap luka batin yang belum sembuh akan cenderung melampiaskan luka batinnya ke orang lain,
“ emosi yang tidak dapat di balas akan menjadi terpendam emosinya tersimpan dan mengakibatkan luka hati yang dalam misalnya anak-anak disekolah yang dibuly temannya tetapi dia tidak dapat membalasnya nah luka itu akan lama sembuh sehingga menjadi luka batin ” ujarnya
Syarat dikatakan trauma dengan adanya kejadian, emosi negative yang sangat intens dan emosi itu tidak bisa dilepaskan.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa emosi yang tidak dapat dilepaskan dan dialirkan akan terpendam dan akan menjadi luka batin,
“ emosi yang tidak tersalurkan ini biasanya terjadi pada anak-anak misalnya di buly di sekolah maupun di marahi orang tuanya terus menerus dan berulang akan mengakibatkan luka batin yang dalam dan setelah dewasa cenderung akan mengulanginya lagi pada orang lain“ ucapnya
Untuk mencegah emosi pada anak, orang tua dituntut untuk menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya karena perilaku orang tua sering di contoh oleh anak-anaknya setelah menjadi orang dewasa.
“ cara meredam emosi yang baik adalah dengan melepaskannya dan menetralkannya tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah kemudian merubah persepsi kita dengan orang lain” tambahnya
Ada beberapa cara untuk melepaskan dan menetralisir emosi menurut Khairul Anwar, S.Psi ;
- Curhat atau menceritakan kejadian yang dialami dengan orang dekat yang bisa memamahami dan bisa mencari solusi supaya emosi tidak terpendam
- Menulis dengan tulisan tangan, jangan menulis di media sosial karena bisa saja dihujat netizen sehingga bertambah luka batinnya dan jadi bumerang
- Konsultasi dengan psikolog klinis maupun psikolog terafis.
Apabila mengalami luka batin , disarankan jangan mengurung atau menyalahkan diri sendiri akan apa yang terjadi dalam hidup. Jadikan peristiwa yang tidak membuat bahagia, membuat luka hati sebagai pengalaman, pelajaran dan perbandingan dalam kehidupan selanjutnya. Menghilangkan luka hati membutuhkan proses dan kesabaran .
Wassalam.




