Dedek Okta Andi,M.Psi ( Alumni Fakultas Psikologi ) : Puasa Dapat Meningkatkan Kesehatan mental

Pekanbaru, 03/03/26. Apakah  Ibadah puasa akan berpengaruh kepada kondisi mental karena puasa identic dengan perasaan lapar ? juga rasa lapar cenderung mudah menimbulkan emosi yang sangat berhubungan dengan mental yang tidak stabil, hal ini menjadi pertanyaan besar yang di ungkapkan oleh Khasna’ Latifah penyiar RRI Pro 2 Pekanbaru dalam acara Talkshow Obrolan Psikologi ( OPSI ) disiarkan langsung oleh Channel Youtube RRI Pro 2 Pekanbaru, pada hari Selasa, 03 Maret 2026.

Sebagai narasumber pada hari ini adalah Dedek Okta Andi , M.Psi alumni Fakultas Psikologi UIN Sultan Syarif Kasim Riau dengan Tema, “ Mitos Atau Fakta, Puasa Dan  Kesehatan Mental”.

Menurut Okta hubungan puasa dengan kesehatan mental sangat berhubungan karena dalam psikologi modern puasa mampu memberikan manfaat yang besar kepada kesehatan mental, ini adalah fakta,  berdasarkan manfaat  puasa ditinjau dari berbagai aspek seperti :

  1. Self control, pengendalian diri
  2. Emotional regulation, adanya regulasi emosi
  3. Delayed gratification, kemampuan untuk menunda kesenangan
  4. Empaty sosial, dorongan untuk memperbanyak infaq dan shedekah.
  5. Meaning in life, memahami makna kehidupan

salah satu tujuan puasa adalah untuk memahami makna kehidupan sehingga subjective well-being nya dan kesejahtraan subyektifnya yang dirasakan  akan muncul ketika kita berpuasa sehingga puasa kita mampu menahan emosi, mengendalikan diri, menunda kesenangan walaupun kesenangan itu halal, adanya peresaan empaty sosial, nah kelima aspek diatas sangat penting bagi kesehetan mental kita dan akan menjadi obat bagi psikologis kita” jelas Dedek Okta yang juga Manager Operasional Humanika ini

Puasa dapat membatasi diri dengan tidak mengatakan perkataan kotor, marah bahkan berteriak sesuai dengan yang terdapat dalam Hadist Nabi,

emosi kita akan terkontrol tatkala kita sedang menjalankan puasa karena kita menyadari dengan adanya emosi yang berlebihan akan dapat mengurangi pahala puasa bahkan bisa membatalkannya

Dalam pandangannya kesehatan mental adalah proses antara akal dan pikiran yang kemudian ditunjukkan dengan sikap dan perilaku,

Allah Swt menurunkan sifat kebaikan dan keburukan, nah kesehatan mental ini termasuk yang bisa membawa pilihan kita kepada kebaikan dan keburukan sehingga apabila ego sentris kita adalah nafsu akan cenderung posisi kita pada kondisi keburukan dan sebaliknya apabila mental kita dapat mengontrol nafsu, itu akan membawa kita kepada kebaikan

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa puasa adalah pembeda kepada ummat Islam apakah cenderung mengikutinya dan menolaknya, sehingga puasa  akan berpengaruh besar pada sikap dan perilaku yang menjalankannya.

Ada 4 dimensi manfaat dan peranan puasa :

  1. Phisycal , berpengaruh kepada tubuh, seperi penurunan berat badan
  2. Detoxifikasi, menangkal racun dalam tubuh
  3. Control kolesterol, puasa dapat mengontrol kadar kolerterol dalam tubuh
  4. Memperbaiki sistim pencernaan,

Disesi akhir beliau mengajak kepada yang menjalankan puasa untuk mengurangi perhatian pada media sosial karena kebanyakan scrolling di media sosial akan dapat memicu emosi negative sehingga akan menggangu kesehatan mental ,

latih kesadaran diri bahwa kita sedang berpusa, kurangi interksi di media sosial, perbanyak berzikir dan memperhatikan pola istrihat niscaya akan dapat menambah kualitas puasa kita

Pada bulan Ramadhan sudah seharusnya kita perbanyak doa dan dzikir untuk menambah pahala kita. Oleh sebab itu gunakanlah media sosial sesuai dengan kebutuhan dan tidak terlalu sering menggunakan media sosial.  Yang pada akhirnya dapat mengurangi makna puasa maupun mengurangi pahalanya bahkan dapat membatalkan puasa kita.

Wassalam

 

 

 

 

Leave a Reply