Pekanbaru, 02/02/26. Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) 2025 Program Studi Psikologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau yang melaksanakan PPL di Humanika Psychology Center Pekanbaru menunjukkan inovasi melalui penciptaan Alat Permainan Edukatif (APE) bertajuk Mono-Skilltopia. Tim mahasiswa tersebut terdiri dari Khairun Nisa Nur Rafita, Adzhana Haura Meylani, Adytia Silvy Kurniawati, Nilam Cahya Rahmadani, Desna Karmita, dan Aufa Zakia dengan bimbingan Drs. Mukhlis, M.Si. selaku Dosen Pembimbing Lapangan.
Mono-Skilltopia merupakan alat permainan edukatif berbasis permainan monopoli yang dibuat secara handmade dan dirancang secara kreatif sebagai media stimulasi perkembangan anak, khususnya anak dengan kebutuhan khusus. APE ini dikembangkan untuk mendukung proses pembelajaran dan terapi dengan pendekatan yang menyenangkan dan interaktif.
Secara visual, Mono-Skilltopia berupa board game berukuran besar yang didesain sendiri oleh mahasiswa dan dimainkan di atas lantai. Permainan ini dilengkapi dengan buku panduan dan dadu berukuran besar yang dibuat secara manual. Desain tersebut memungkinkan anak-anak berkebutuhan khusus di Humanika Psychology Center untuk bergerak aktif sekaligus melatih berbagai keterampilan dasar melalui tantangan-tantangan sederhana namun bermakna.
Inovasi mahasiswa PPL ini mendapatkan apresiasi dari Hj. Aida Malikha, S.Psi., M.Si., Psikolog selaku pimpinan Humanika Psychology Center. Ia menilai karya tersebut menunjukkan kreativitas mahasiswa yang melampaui ekspektasi.
“APE ini sangat kreatif, apalagi dibuat sendiri oleh mahasiswa. Biasanya mahasiswa magang hanya menjalankan tugas yang diberikan, namun kali ini mereka mampu menciptakan sesuatu yang baru dan bermanfaat. Ini menjadi nilai tambah yang luar biasa,” ujarnya.
Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Drs. Mukhlis, M.Si. selaku Dosen Pembimbing Lapangan. Ia mengungkapkan kebanggaannya terhadap kemampuan mahasiswa dalam membaca kebutuhan di lapangan dan menuangkannya ke dalam media edukatif yang aplikatif.
“Mahasiswa PPL ini sangat kreatif. Saya bangga karena mereka tidak hanya belajar, tetapi juga menghasilkan media yang benar-benar bisa digunakan dan disesuaikan dengan kemampuan anak,” ungkapnya.
Dari sisi mekanisme permainan, Mono-Skilltopia dimainkan dengan cara anak melempar dadu dan melangkah sesuai jumlah mata dadu pada papan permainan. Setiap kotak berisi tantangan yang harus diselesaikan anak dengan pendampingan. Permainan dilakukan secara bergiliran sehingga anak juga belajar menunggu giliran dan mengembangkan interaksi sosial.
Setiap tantangan dalam Mono-Skilltopia dirancang untuk melatih keterampilan tertentu, di antaranya:
- Button Master, melatih motorik halus dan kemandirian dalam berpakaian
- Lace Legend, melatih koordinasi tangan dan keterampilan fungsional
- Puzzle Dominator, melatih konsentrasi dan kemampuan pemecahan masalah
- Color Code, meningkatkan diskriminasi visual dan fokus
- Form Finder, melatih persepsi bentuk serta koordinasi mata dan tangan
- Number Link, mengembangkan pemahaman angka dan konsep jumlah
- Skill Boost, melatih keseimbangan, koordinasi tubuh, dan kontrol gerak
Khairun Nisa Nur Rafita selaku Koordinator Mahasiswa PPL menjelaskan bahwa Mono-Skilltopia lahir dari pengalaman langsung selama menjalani magang di sekolah dan layanan terapi di Humanika Psychology Center.
“Mono-Skilltopia ini terinspirasi dari konten di media sosial dan pengalaman kami selama magang di sekolah maupun tempat terapi. Kami melihat bahwa keterampilan sederhana seperti mengancing baju, mengikat tali sepatu, serta mencocokkan warna dan bentuk memiliki manfaat besar bagi perkembangan motorik anak. Dari situ, kami mengemasnya menjadi media permainan edukatif yang menarik dan mudah digunakan,” jelasnya.
Melalui inovasi ini, mahasiswa PPL Psikologi UIN Suska Riau tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam dunia pendidikan dan layanan psikologi anak. Mono-Skilltopia diharapkan dapat menjadi media alternatif yang menyenangkan, edukatif, serta mampu mendukung proses pembelajaran dan terapi anak secara optimal
Wassalam









