Pekanbaru, 11/11/25. Yuli Widiningsih, M.Psi., Psikolog Dosen Fakultas Psikologi UIN Suska Riau menjadi narasumber dalam diskusi RRI Pro 2 Pekanbaru pada hari Selasa, 11 November 2025 . kegiatan ini disiarkan secara live dari channel youtube Pro 2 Pekanbaru, dengan Tema “Post Traumatic Growth : Sembuh Dan Tumbuh Dari Luka”, dipandu oleh Fajriah dari RRI Pro 2 Pekanbaru
Menurut Ibu Yuli Post Traumatic Growth merupakan kondisi dialami seseorang yang tidak menyenangkan, pengalaman yang terluka , tersakiti, kecewa kemudian melalui usaha dan perjuangan dalam mengatasi trauma tersebut akan berubah menjadi yang lebih positif dan lebih kuat dari sebelumnya.
“pengalaman yang tersakiti dan kecewa ini sangat mungkin sesorang mengalami gangguan secara psikologis, sedangkan Post Traumatic Growth adalah kondisi seseorang dengan adanya pengalaman yang menyakitkan tadi, pengalaman yang buruk itu justru dia dapat sembuh dan bertumbuh lebih kuat dan lebih baik dari sebelumnya, dia lebih mampu melihat hidup lebih bijaksana” ucap Ibu Yuli
Post Traumatic Growth ini bahkan bisa menjadi cahaya dan contoh bagi orang lain.
“seperti seseorang yang tidak terduga di diagnosis mengalami penyakit cancer stadium lanjut yang hidupnya sebentar lagi tapi kemudian dia berjuang dan bangkit dari traumanya itu untuk melawan penyakitnya sehingga sembuh, dalam perjalanan selanjutnya bahkan bisa menjadi cahaya bagi orang lain, bisa membuat pencerahan bagi orang lain seperti yang di rasakannya” jelas Ibu Yuli
Menurut Ibu Yuli dampak dari rasa luka dan kecewa pada setiap individu berbeda-beda dan cara untuk sembuh dari luka tersebut juga berbeda-beda dan waktu yang dibutuhkan bervariasi.
“ada seseorang yang cepat menyadari bahwa dirinya sudah terluka atau tersakiti tapi ada seseorang yang tidak menyadarinya bahkan orang lain yang memberitahunya, ada yang menerima dan ada yang menolak luka itu”kata Ibu Yuli
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa luka yang tidak cepat disembuhkan bisa menjadi bom waktu yang akan meledak dan bahkan bisa melampiaskan rasa kecewa itu ke orang lain. Tetapi yang ideal adalah dengan segera menyadari dan menyembuhkan luka itu mengambil hikmahnya dan bisa menjadi jalan kesembuhan bagi orang lain.
Untuk membantu kesembuhan rasa luka ini bukan hanya oleh diri sendiri tetapi juga dibutuhkan bantuan orang lain seperti tenaga profesional, dukungan social dan keluarga, sikap optimisme dan mengelola emosi.
Ada beberapa langkah untuk sembuh dari trauma psikologis ;
- Self- awareness yaitu adanya momentum diri sendiri akan luka emosional sehingga menimbulkan kesadaran ada sebentuk cahaya untuk memperbaiki dan penanganan
- Self- acceptance yaitu menerima realita yang terjadi pada diri sendiri
- Self- love yaitu mencintai diri sendiri walupun sedang mengalami rasa kecewa dan luka hati tetap menyayangi diri kemudian belajar untuk selalu menyayangi diri
- Self- Forgiveness yaitu dengan memaafkan artinya bukan dengan membenarkan apa yang telah dia lakukan, bukan juga melupakan tetapi membebaskan rasa trauma itu dan tidak perlu dibawa kemana-mana.
“setiap orang berbeda-beda dalam proses penyembuhan luka emosional ini tapi yang terpenting adalah adanya usaha untuk sembuh dan mengambil hikmah dari peristiwa – peristiwa yang terjadi dan perlu di ingat dari sisi spritualitas bahwa sesuatu yang terjadi pada diri kita adalah takdir dari Allah Swt dan pasti ada hikmahnya”tutup Ibu Yuli
Wassalam..




