Pekanbaru, 23/12/25. Putri Miftahul Jannah, M.Psi. Dosen Fakultas Psikologi UIN Suska Riau menjadi narasumber dalam diskusi di RRI Pro 2 Pekanbaru dengan tema, “Teman Sejati Atau Toxic Friend ? Mengenali Pertemanan Yang Sehat”dipandu oleh Penyiar RRI Diny Oktariani. Disiarkan melalui live di 88,4 FM, Youtube Pro 2 Pekanbaru dan aplikasi digital RRI pada hari selasa, 23 Desember 2025.
Diny menyebut dalam pengantarnya, topik yang akan dibahas pada pagi hari ini adalah berhubungan dengan permasalahan anak muda jaman sekarang, topik ini sangat penting untuk dibahas supaya anak muda jangan terjebak dalam pertemanan yang toxic tetapi mendapatkan siklus pertemanan yang sejati dan sehat.
Putri Miftahul Jannah, M.Psi menjelaskan pertemanan yang sehat adalah teman yang selalu hadir tetapi dalam psikologi berkaitan dengan rasa aman dan nyaman, “lingkungan yang memberikan rasa aman dan nyaman itu adalah menandakan pertemanan yang sehat “jelas Bu Putri panggilan akrabnya
Menurutnya ada beberapa ciri pertemanan yang sehat;
- Teman sejati membuat kita dihargai
- Jujur apa adanya tanpa merasa akan di judge
- Menghadirkan rasa nyaman pada diri sendiri, tidak dengan pura-pura terhadap ekspektasi orang lain
- Adanya keterbukaan dan nasehat yang saling mendukung
“ teman sejati bukan tidak mau menasehati kita tetapi dengan nasehat yang baik dan tidak menyakiti kita “ ucap Bu Putri
Menurutnya pertemanan dalam masa remaja akan berpengaruh secara psikologis karena remaja mempunyai intensitas waktu yang banyak dengan teman-teman sebayanya, “pengaruhnya dengan mental kita biasanya kalau lingkungan kita sehat akan membawa dampak ke kita misalnya merasakan nyaman dan tenang terhadap diri sendiri, membuat lebih percaya diri” kata Bu Putri
Seiring dengan usia seseorang pertemanan itu mulai sedikit dan terseleksi karena intensitas pertemuan akan semakin menipis.
Sedangkan toxic friend adalah dinamika hubungan yang tidak sehat yang berdampak pada mental dan mengarah ke negative dan manipulatif, “ sebenarnya toxic friend ini adalah bukan orangnya yang jahat tetapi dinamika hubungan itu yang tidak sehat membuat tidak nyaman, tidak saling mendukung sehingga berdampak pada kesehatan mental” tambah bu Putri
Ada beberapa ciri mempunyai toxic friend;
- Merasa bersalah setelah berinteraksi
- Tidak saling menghargai malah sebaliknya teman meremehkan kita
- Datang saat butuh setelah itu menghilang
- Candaannya membuat tidak nyaman dan kepikiran
Putri mengungkapkan pengaruh dari toxic friend akan mempengaruhi mental dan rasa percaya diri sesorang sebagai akibat sering direndahkan oleh teman toxic dan akan kepikiran sehingga membuat rasa tidak nyaman dan dapat mengganggu aktifitas sehari-hari, “yang paling parah itu pada akhirnya kita Lelah secara emosional dan merasa terasing dengan kesendirian karena marasa tidak ada teman yang mendukung”ungkap Putri
Untuk menghindari toxic friend ini menurut Bu Putri perlu menjaga jarak dan kemudian mencari teman lain yang lebih sehat dan supportif karena di usia remaja dan dewasa masih butuh eksplorasi pertemanan yang sejati dan sehat.
“pesan kepada anak muda untuk lebih bijak dalam memilih lingkungan teman dan tidak semua pertemanan harus di pertahankan kemudian teman sejati adalah orang-orang yang bisa membuat kita tumbuh dan berkembang” tutup Putri
Wassalam
FPSI Website Official Fakultas Psikologi UIN Suska Riau


