Mahasiswa Psikologi Bahu-membahu Membantu Korban Bencana Alam Sumatera

Pekanbaru, 08/12/25. Belum lama ini, bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda beberapa wilayah di Pulau Sumatera, terutama di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dampaknya sangat berat: kerusakan infrastruktur secara luas, jatuhnya korban jiwa, hilangnya harta benda, terganggunya fungsi fasilitas umum, serta lumpuhnya berbagai aktivitas masyarakat. Kondisi semakin diperparah oleh akses menuju lokasi yang tertutup longsor, tertimbun lumpur tebal, dan masih terendam air, sehingga bantuan sulit menjangkau para penyintas yang sangat membutuhkan pertolongan.

Di tengah situasi yang memprihatinkan ini, aksi nyata masyarakat menjadi sangat penting. Mahasiswa Psikologi turut mengambil peran dengan berupaya memberikan kontribusi sesuai kapasitas keilmuan dan keterampilan yang mereka miliki.

Pada Selasa, 2 Desember 2025, tujuh orang mahasiswa Psikologi UIN Suska Riau bergabung dengan tim relawan trauma healing POLDA Riau dan HIMPSI Riau ke Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Mereka berangkat bersama mahasiswa Psikologi dari berbagai universitas di Pekanbaru. Setelah melalui proses seleksi dan screening Kesehatan, M. Rafli, Fadli Rahman Yali, Putri Zakiyyah, Wahyuni Rahmi Fitri Andrian, Shalsabila Thabina Firdaus, Bagus Rico, dan Ardina Azahra  terpilih dan mengikuti pembekalan intensif selama dua hari di POLDA Riau sebelum diberangkatkan sebagai bagian dari tim yang telah ditentukan.

Perjalanan menuju daerah terdampak bukan hal yang mudah. Para relawan harus melalui rute yang sulit, menghadapi kondisi lingkungan yang buruk, serta berinteraksi dengan para penyintas yang sedang berada dalam kondisi psikologis yang rentan. Mereka juga bekerja bersama tim lintas institusi yang memiliki latar belakang dan peran berbeda, sehingga membutuhkan kemampuan kolaborasi yang baik.

Namun, berbekal semangat untuk membantu sesama, ilmu dan keterampilan psikologis yang telah diperoleh, serta nilai-nilai kemanusiaan yang mereka junjung, para relawan menjalankan tugas dengan penuh dedikasi. Mereka berupaya memberikan dukungan terbaik bagi para korban, khususnya melalui pendampingan psikologis untuk membantu memulihkan ketenangan, harapan, dan kekuatan mental di tengah situasi yang sulit.

 

Keikutsertaan mahasiswa Psikologi dalam misi kemanusiaan ini menjadi bukti bahwa ilmu psikologi memiliki kontribusi nyata dalam upaya penanganan bencana, bukan hanya dalam aspek fisik, tetapi juga dalam pemulihan emosional dan psikososial masyarakat. Semoga langkah kecil ini membawa manfaat besar bagi para penyintas dan menginspirasi lebih banyak aksi kemanusiaan ke depannya.

 

Meski tidak semua mahasiswa berkesempatan terjun langsung sebagai relawan di lokasi bencana, kepedulian mahasiswa Psikologi UIN Suska Riau tetap mengalir deras. Menggandeng Rumah Zakat, DEMA Fakultas Psikologi, dan HMJ Psikologi, para mahasiswa bergerak dari satu ruang kelas ke ruang kelas lainnya untuk mengajak teman-teman berpartisipasi dalam penggalangan dana. Tidak berhenti di lingkungan kampus, mereka juga turun ke jalan untuk mengumpulkan donasi dari masyarakat dan para pengguna jalan, menunjukkan bahwa aksi kemanusiaan bisa dilakukan dari berbagai peran dan cara.

Dana yang berhasil dihimpun kemudian diserahkan kepada Rumah Zakat untuk dikelola dan didistribusikan sesuai kebutuhan para penyintas bencana. Melalui mekanisme ini, bantuan yang diberikan diharapkan dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi mereka yang terdampak.

Semoga upaya yang telah dilakukan oleh para mahasiswa Psikologi, baik yang terjun langsung ke lapangan maupun yang berperan dalam penggalangan dana dapat menjadi cahaya kebaikan bagi para korban bencana. Lebih dari itu, semoga pengalaman ini turut mengasah kepekaan sosial, memperkuat empati, dan menumbuhkan jiwa prososial dalam diri para mahasiswa dan seluruh pihak yang terlibat.

Wassalam

About Amiruddin

Check Also

Muhammad Lutfi Amri, Mantan Ketua DEMA F-Psikologi Mempertahankan Skripsinya Di Depan Dewan Penguji Sidang Munaqasyah Dengan Hasil Sangat Memuaskan

Pekanbaru, 06/1/26. Muhammad Lutfi Amri mempertahankan penelitiannya, di depan Dewan  Penguji Sidang Munaqasyah yang terdiri …

Tinggalkan Balasan