Jadi Narasumber Di Polda Riau Ricca Anggreini Munthe, S.Psi., MA ; Dari Sisi Psikologi Perlu “Perhatian” Orang Tua Dan Lingkungan Sosial Untuk Mengurangi Kenakalan Remaja Di Pekanbaru

Pekanbaru,03/12/25. Ricca Anggreini Munthe, S.Psi., MA Dosen Fakultas psikologi UIN Suska Riau  menjadi salah satu narasumber dalam acara Podcast Ngopi Yuuk , Ngobrol Peristiwa Terkini yang di taja oleh Bid.Humas Polda Riau dengan Tema, “Mengejar Like, Menantang Bahaya ; Fenomena Remaja Pekanbaru “.pada hari Jumát 24 Oktober 2025 di Media Center Gedung Polda Riau,  Acara ini juga menghadirkan narasumber yang lain yaitu, IPDA Rizky Wirawan dari Tim RAGA Anti Geng Polrestabes Pekanbaru dan Dinda Syafitri vise direktur IES Indonesia. Podcast ini dipandu oleh Pandji Geovani

Menurut Pandji Geovani  Fenomena Gen.Z di pekanbaru akhir-akhir ini menunjukkan adanya tingkah yang memicu adrenalin penonton dan sudah viral di medsos seperti dengan santainya Gen-Z  membuat konten video dan photo jam 3 malam di tengah jalan raya, fenomena semacam ini sangat berbahaya, menurut Bidang Humas Polda Riau perlu didiskusikan.

IPDA Rizky mengungkapkan fenomena semacam ini sudah sering terjadi di Pekanbaru pihaknya sudah memberikan nasehat dan peringatan kepada remaja Gen-Z tersebut,

“kami dari Tim Raga Anti Geng Polrestabes Pekanbaru sering menjumpai aktivitas Gen-Z sperti itu tapi kelihatannya mereka terganggu dengan kedatangan kami padahal kami ingin memngingatkan mereka karena aktivitas itu sangat berbahaya kepada keselamatan diri sendiri dan orang lain bahkan Kapolrestabes Pekanbaru menginstruksikan kepada anggotanya untuk sering berpatroli di tempat-tempat mangkal remaja ini“ungkap IPDA Rizky

Masih menurut IPDA Rizky penolakan juga terus dilakukan oleh masyarakat tempatan yang dekat dengan jalan raya tempat aktivitas remaja ini untuk mengambil video dan foto karena menurut masyarakat aktivitas remaja ini sudah berbahaya dan mengganggu ketertiban umum.

Sedangkan menurut Dinda Syafitri fenomena semacam itu menunjukkan bahwa ramaja itu mengikuti arus media yang trend belakangan ini ( FOMO )

“kami belakangan ini mempunyai program untuk mengajak remaja yang nakal ini menjadi sukarelawan( volunteer ) di bawa kedesa- desa terpencil untuk melatih kesadaran mereka tentang kedamaian dan membuat konten-konten tentang kebahagiaan, toleransi dan perdamaian ” kata Dinda

Sementara itu dari sudut pandang psikologi menurut Ricca Anggreini Munthe fenomena Gen-z ini perlu dikasih kesempatan kepada mereka untuk menjelaskan tentang keinginan dan tujuan aktivitas mereka, karena pada usia remaja ini mereka masih mengembangkan dan mencari jati diri dan sangat membutuhkan perhatian.

“memang untuk mengingatkan remaja sekarang ini sangat sulit untuk dilakukan karena mereka ingin menang sendiri bahkan sebagai dosen  untuk mengingatkan dan menasehati mereka kita harus juga masuk ke dunia mereka karena kalau kita oppsite mereka akan jaga jarak dengan kita “ ucap Ricca yang juga Kaprodi Psikologi UIN Suska ini

Masih menurut Ricca Gen-Z sangat menyukai hal-hal negative yang viral di Medsos yang mereka selalu ikuti karena yang viral “negative”itu lebih mudah di contoh dan di pahami dibandingkan untuk meningkatkan kompetensi diri, mereka lebih mudah terpapar yang negative daripada hal-hal yang positive.

“untuk meluruskan semua itu perlu peranan orang tua untuk menjaga, memperhatian dan mengarahkan anak-anaknya kepada hal-hal yang positive karena yang pertama membentengi anak ini adalah keluarga kemudian lingkungan social”tambah Ricca

Lebih jauh Ricca menjelaskan bahwa remaja yang masih menyukai hal-hal negative adalah level yang paling basic, dasar terendah artinya mereka belum bisa menemukan jati dirinya yang sesungguhnya. Tetapi mereka yang sudah berhasil melewati level ini mereka akan menyukai hal-hal yang positive dan ingin bermanfaat bagi masyarakat.

Dari kegiatan ini Fakultas Psikologi UIN Suska Riau sebagai institusi pendidikan mengharapkan dapat membantu dan bersinergi dengan pemerintah dan kepolisian, berkontribusi nyata untuk mencari solusi dan mengingatkan pembuatan konten -konten negative yang berbahaya bagi remaja Gen-Z yang terjadi belakangan ini

wassalam

About Amiruddin

Check Also

Muhammad Lutfi Amri, Mantan Ketua DEMA F-Psikologi Mempertahankan Skripsinya Di Depan Dewan Penguji Sidang Munaqasyah Dengan Hasil Sangat Memuaskan

Pekanbaru, 06/1/26. Muhammad Lutfi Amri mempertahankan penelitiannya, di depan Dewan  Penguji Sidang Munaqasyah yang terdiri …

Tinggalkan Balasan